Home » Die Roten tanpa Lewandowski laga di berhentikan
Liga Jerman

Die Roten tanpa Lewandowski laga di berhentikan

Die Roten
Die Roten
aoncash-banner-aonindo

Bayern Munchen berhasil memenangkan klasemen BundesLiga pada pertandingan pekan ke 24 atas Hoffenheim namun laga sempat di berhentikan karena aksi kericuhan oleh para suppoter Die Roten.

PreZero Arena menjadi pusat pertandingan kedua tim Die Roten sukses memenangkan laga dengan skor 0-6 sebagai tim tamunya TSG Hoffeinheim.

Gnarby, Countinho , Kimmich ,Zirkzee dan Goretzka mereka memeriahkan kemenangan mereka dengan pesta gol.

Pada awal pertandingan tuan rumah dibantai dengan skor telak 4-0 dan setelahnya liga berlanjut ke babak kedua dengan mendapatkan dua gol tambahan.

Laga terdapat beberapa konflik dan harus di berhentikan oleh wasit dalam menit akhir laga.

Tindakan diskriminasi dari Ultra Bayern yang menyebabkan pertandingan ricuh dan harus di hentikan wasit pada menit ke 77.

Setelah Leon Goretzka memasukkan gol keenamnya kedalam gawang tuan rumah , beberapa fans tampak mendirikan banner yang menghina sang tuan rumah.

Hinaan tersebut ditujukan kepada Dietmar Hopp, sang pemilik Hoffenheim tersebut entah mengapa banyak yang membenci dirinya isinya dari tulisan tersebut adalah “anak pelacur”.

Beberapa dari pemain Bayern Munchen terlihat sempat membujuk para fans Die Roten itu agar menghentikan aksinya yang sangat frontal tersebut.

Para Staff Munchen harus memohon dan membujuk agar mereka berhenti melakukan aksinya itu , termasuk kepala pelatih Hansi Flick dan direktur olahraga Hasan Salihamidzic , kepala eksekutif Heinz Rummenige dan anggota dewa Oliver Kahn.

Tampak para pimpinan beserta staff mereka marah besar melihat para suppoternya itu berulah.

Setelah bujukan tersebut ampuh para fans menurunkan kembali banner negatif tersebut dan pertandingan kembali dilanjutkan.

Namun hal luar biasa dan tanpa diduga terjadi , kedua tim melakukan hal yang diluar pemikiran mereka saling mengoper bola tanpa melakukan aksi serang sampai laga tersebut usai.

Ketika laga usai kedua tim berkumpul ditengah-tengah dan memberikan standing ovation kepada Hopp dan juga seluruh staff , pemain dan juga supporter dalam seluruh stadion.

Hinaan yang dilontarkan kepada Hopp timbul karena beberapa alasan, dikarenakan 90 persen saham milik Hoffenheim ia pegang sejak tahun 2015.

Justru hal tersebut membuat kemarahan pada para fans sepakbola Jerman dan mereka merasa hal tersebut merusak tradisi yang sudah pernah ada dulunya.

 

aoncash-banner-aonindo